Konfigurasi DHCP Server Pada Linux Debian

Pada artikel kali ini kita akan membahas bagaimana cara konfigurasi DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) Server menggunakan linux Debian 6.0.4 server. Sebelumnya ada baiknya kita bahas terlebih dahulu sedikit mengenai "Apakah DHCP itu...??".
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah metode protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian IP Address dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan IP Address kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP server dipasang di jaringan lokal (LAN), maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan IP Address secara otomatis dari server DHCP. Selain IP Address, banyak parameter jaringan lain yang dapat diberikan oleh DHCP server, seperti default gateway dan DNS server.

topologi                                                          Gambar Arsitektur Jaringan DHCP Server

Baiklah langsung saja kita masuk pada pembahasan "Bagaimana cara konfigurasi DHCP Server menggunakan Linux Debian".
Langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut :

  1. Masuk ke hak akses / privilege paling tinggi pada linux debian melalui terminal dengan cara mengetikkan perintah
    su

    kemudian masukkan password yang sesuai, seperti gambar di bawah ini.
    1

  2. Installkan paket dhcp server pada linux debian dengan cara mengetikkan perintah
    apt-get install dhcp3-server3

    ketikkan "y" untuk menyetujui proses penginstallan paket dhcp server seperti gambar di bawah ini.
    2

  3. Masuk kedalam directory dhcp dengan mengetikkan perintah
    cd /etc/dhcp

    kemudian copykan file dhcpd.conf menjadi dhcpd.conf.original dengan mengetikkan perintah

    cp dhcpd.conf dhcpd.conf.original

    difungsikan sebagai backup jika terjadi kesalahan dalam konfigurasi nantinya, seperti gambar di bawah ini.
    3

  4. Editlah konfigurasi default dhcp.conf menggunakan editor kesukaan anda (seperti vi, vim, piko , nano). Pada contoh kali ini kita menggunakan editor "nano" dengan cara mengetikkan perintah
    nano dhcpd.conf

    pada terminal linux, seperti gambar di bawah ini.
    4

  5. Aturlah konfigurasi file dhcp.conf sesuai dengan kebutuhan anda, pada contoh saat ini seperti berikut :
    #ifconfig dhcp server                        ==> Hanya sebagai komen tambahan       
    subnet 192.168.2.0 netmask 255.255.255.0 {   ==> subnet & netmask jaringan
    range 192.168.2.10 192.168.2;                ==> range IP Addres pada Client     
    option domain-name "acenk90.wordpress.com";  ==> domain yang digunakan pada Client
    option domain-name-servers 8.8.8.8, 8.8.8.8; ==> dns yang akan digunakan Client nantinya 
    option routers 192.168.2.1;                  ==> IP Address router / DHCP server
    option broadcast-address 192.168.2.255       ==> IP Broadcast untuk Client nantinya
    default-lease-time 600;                      ==> default lama waktu server meminjamkan IP Addres kepada client
    max-lease-time 7200;                         ==> maksimum alokasi waktu peminjaman IP Address oleh dhcp server ke client
    }

    Seperti gambar di bawah ini.
    5

  6. Masuklah ke dalam directory /etc/default dengan cara mengetikkan perintah
    cd /etc/default

    kemudian lihatlah apakah file isc-dhcp-server ada di dalam directory /etc/default tersebut dengan mengetikkan perintah

    ls 

    pada terminal, seperti gambar di bawah ini.
    6

  7. Editlah file isc-dhcp-server dengan mengetikkan perintah
    nano isc-dhcp-server

    pada teminal linux, kemudian aturlah interface yang akan digunakan sebagai DHCP Server. Pada contoh kali ini interface yang digunakan adalah eth0, maka konfigurasinya adalah

    INTERFACE ="eth0"

    Lalu save konfigurasi tersebut dengan menekan tombol contolsecara bersamaan, seperti gambar di bawah ini.
    7

  8. Untuk mengaktifkan konfigurasi DHCP server yang telah kita buat tadi. Maka service isc-dhcpd-server harus direstart telebih dahulu dengan mengetikkan perintah
    /etc/init.d/isc-dhcp-server restart 
                   atau 
    service isc-dhcpd-server restart

    pada terminal linux debian seperti gambar di bawah ini.
    8

  9. Pengujian DHCP Client pada client Linux Backtrack yang terhubung secara LAN dengan LInux Debian yang merupakan DHCP Server. Dengan cara mengetikkan perintah
    dhclient [interaface_yang_digunakan]

    pada terminal, maka client Linux Backtrack akan mendapatkan IP Address seacara otomatis dari DHCP Server Linux Debian. Dengan IP Address yaitu

    192.168.2.11

    seperti gambar di bawah ini.
    9

  10. Selanjutnya pengujian pada Client Windows. Caranya hubungkan client windows ke jaringan LAN (Local Acces Netwrok) yang terhubung dengan DHCP Server Linux Debian. Kemudian setting IP Address Protocol menjadi DHCP atau Obtainan an IP Address Automatically pada bagian Properties IPV4 windows tersebut. Maka windows akan mendapat Domain dan IP Address secara otomatis dari DHCP server Linux Debian tersebut yaitu :
    acenk90.wordpress.com   ===> Domain
    192.168.2.10            ===> IP Adress  
    

    seperti gambar di bawah ini.
    10

Sekian dulu artikel mengenai "Cara Konfigurasi DHCP Server Pada Linux Debian" dari saya., Untuk Konfigurasi lainnya akan dibahas pada artikell selanjutnya.
Thanks b4...!! ^_^

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s